Power Woman

Selasa, 16 April 2013

Hari Kartini


Sosok kartini merupakan salah satu tokoh perempuan Indonesia yang berjuang demi membela kaumnya dari marginalisasi pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya. Perjuangan yang dilakukan melalui tulisan dan surat-menyurat antar Kartini dengan beberapa rekan penanya, telah menghasilkan sebuah perjuangan yang sering dikenal dengan “emansipasi”. Makna kata ini tentu sangat dalam, terlebih makna emansipasi sering kali berkaitan erat dengan eksistensi perempuan di masa kini yang dapat dikatakan selangkah lebih maju ketimbang era perjuangan dulu.

Perempuan yang diklaim dan dikonstruksi sebagai sosok yang hanya berkecimpung di ranah domestic, kini lebih mampu menunjukkan geliatnya di ranah publik. Tentu tidak heran, bila perjuangan Kartini tersebut dapat dinikmati oleh perempuan saat ini, meski memang pada kenyataannya masalah mengenai marginalisasi perempuan masih acapkali terjadi. Lagi-lagi, bukan emansipasi yang justru mengelontorkan pada kesalahpahaman pemikiran yang mengklaim persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Melainkan sebuah wujud kebebasan perempuan dalam menentukan secara subjektif keinginannya untuk dapat mengeksplorasi diri. Artinya, manakala seorang perempuan memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga dengan kesadaran matang, tanpa paksaan sehingga disana ia mampu menemukan dirinya, maka hal tersebut sebenarnya sudah merupakan bentuk dari emansipasi. Begitu juga sebaliknya, tatkala seorang perempuan ingin bereksistensi di ruang publik, tanpa paksaan dengan tetap memperhatikan peran dan nilainya sebagai seorang ibu dan perempuan, maka hal tersebut sudah perwujudan dari emansipasi. Sehingga pada perayaan hari Kartini, seyogyanya kita bisa merefleksi diri menjadi seorang perempuan yang memiliki nurani untuk terus berkarya dan bereksistensi hingga ke masa depan.


Sumber: Pusat Studi Gender Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar